Home‎ > ‎Riset/Desain‎ > ‎User Stories‎ > ‎Glosari‎ > ‎

Tingkatan Hasad

Terdapat empat tingkatan hasad menurut Imam Al Ghazali.

Pertama, menginginkan hilangnya suatu nikmat dari seseorang yang dia iri, sekalipun nikmat itu tidak beralih padanya. Ini adalah bentuk hasad yang paling kotor.

Kedua, menginginkan berakhirnya suatu nikmat dari seseorang agar nikmat itu beralih kepadanya. Hal ini dikarenakan keinginannya memiliki kenikmatan orang lain itu. Seperti contohnya seseorang yang mengingini rumah, kekuasaan, harta, bahkan istri yang dimiliki orang lain. Semua hal itu diingininya menjadi miliknya. Yang diingini adalah berlangsungnya nikmat itu pada dirinya dan tidak diraih oleh orang lain selain dirinya.

Ketiga, tidak menginginkan beralihnya suatu nikmat untuk dirinya yang sedang didapat orang lain. Jika dia tidak mendapati nikmat itu pada dirinya, barulah ia menginginkan nikmat itu hilang dari orang lain. I tidak ingin ada perbedaan (kesenjangan) antara dirinya dengan orang lain.

Keempat, menginginkan kenikmatan yang sama untuk dirinya. Jika dia tidak dapati itu, dia tidak menghendaki hilangnya nikmat itu dari orang lain. Hasad jenis ini masih bisa dimaafkan jika berkenaan dengan urusan dunia. Bahkan ini disunahkan (mandub) jika berkenaan dengan urusan agama. Misal, adanya rasa iri terhadap banyaknya hapalan Quran saudaranya, hingga ia membanting tulang untuk meraihnya.

Sumber : Al Ihya’ dalam Penjelasan Hadits Arba’in Imam Nawawi
Penulis : Sofistika Carevy Ediwindra



Comments